Ingin budidaya daun bawang pada musim penghujan? Budidaya jenis sayuran yang satu ini biasanya menghadapi beberapa tantangan saat musim hujan. Saat curah hujan turun berlebihan, maka risiko tanah menjadi lembap hingga berpotensi kemunculan genanga akan meningkat.
Selain itu, perawatan yang kurang tepat di musim penghujan dapat berakibat pada tanaman yang menjadi busuk hingga potensi terjadinya serangan hama dan penyakit. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat tanaman daun bawang agar tidak busuk dan tetap subur di musim penghujan,
Gunakan Bibit yang Berkualitas
Sebaiknya memilih bibit tanaman yang berkualitas. Bibit yang baik berpengaruh terhadap kemampuan tanaman dalam menghadapi berbagai kondisi lingkungan tumbuh. Selain itu, bibit tanaman daun bawang yang unggul dan berkualitas juga membuat tanaman lebih tahan terhadap serangan bakteri maupun jamur.
Beberapa ciri yang perlu diperhatikan saat memilih bibit daun bawang untuk dibudidayakan adalah memiliki batang yang segar, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit, dan lain sebagainya.
Mengatur Jarak Antar Tanam
Selanjutnya adalah memperhatikan pengaturan jarak antar tanaman. Jika tanaman ditanam dengan jarak yang terlalu rapat, hal ini dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman. Jarak tanam yang rapat juga dapat meningkatkan perkembangan penyakit pada tanaman.
Pengaturan jarak tanam dapat disesuaikan dengan varietas yang dibudidayakan. Jarak antar tananam yang sesuai tidak hanya mendukung sirkulasi udara di lahan pertanian menjadi lebih lancar, melainkan juga memudahkan petani dalam melakukan pemeliharaan pada tanaman.
Lahan Memiliki Drainase yang Baik
Drainase juga harus diperhatikan. Pastikan lahan memiliki sistem drainase yang baik. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak mudah tergenang air. Genangan air yang terlalu lama dapat menyebabkan akar kekurangan oksigen hingga risiko terjadinya pembusukan pada akar tanaman juga meningkat.
Drainase pada lahan pertanian berperan sebagai saluran supaya air hujan dapat mengalir dengan lebih baik dan lancar. Petani bisa membuat bedengan yang lebih tinggi sehingga air hujan dapat mengalir menjauhi area akar.
Hindari Penyiraman yang Berlebihan
Penyiraman di musim hujan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kelembapan tanah. Apalagi kebutuhan tanaman akan air biasanya sudah terpenuhi dari curah hujan yang turun. Pengelolaan air yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan akar dan juga mengurangi risiko terjadinya pembusukan pada tanaman.
Untuk menghindari kelebihan air, petani dapat memeriksa dulu kondisi media tanam sebelum melakukan penyiraman. Jika tanah atau lahannya masih basah akibat hujan, maka penyiraman dapat ditunda terlebih dulu.
Menggunakan Mulsa Organik
Penggunaan mulsa organik seperti dengan menggunakan jerami kering dan juga sekam juga dapat dilakukan. Pastikan mulsa yang digunakan bersih dan juga bebas dari penyakit. Penggunaan mulsa menawarkan berbagai kelebihan termasuk untuk membantu melindungi permukaan tanah dari air hujan secara langsung.
Kelebihan lain yang ditawarkan oleh penggunaan mulsa adalah untuk membantu mempertahankan kelembapan serta menjaga struktur tanah agar tetap stabil. Adanya mulsa juga dapat mengurangi cipratan air ke batang tanaman.
Melakukan Pemantauan Tanaman Secara Rutin
Pemeriksaan rutin pada tanaman juga penting untuk dilakukan. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi jika ada masalah. Melalui pemantauan yang dilakukan secara rutin, gangguan pada tanaman dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganan juga bisa segera dilakukan agar tak semakin parah.
Beberapa hal yang perlu diperiksa adalah apakah saluran air mengalami penyumbatan, adakah ada serangan hama dan penyakit, apakah ada bagian dari tanaman yang mulai membusuk, dan lain sebagainya.