Dari banyaknya sayuran hijau yang familiar bagi kehidupan masyarakat Indonesia, kangkung adalah salah satunya yang memiliki banyak penggemar. Sayuran yang bisa tumbuh di darat maupun di air ini jadi pilihan untuk ditumis karena batangnya yang berongga bisa menyerap bumbu dengan baik sehingga cita rasa gurihnya bisa lebih terasa.
Kangkung sendiri termasuk ke dalam jenis sayur yang banyak dibudidayakan petani sayur. Selain karena memiliki usia siap panen yang singkat, perawatannya juga mudah. Di tukang sayur, kangkung jadi salah satu jenis sayur hijau yang laris manis. Mulai dari hidangan rumahan sampai restoran, kangkung banyak penggemarnya.
Manfaat Kangkung bagi Kesehatan
Selain rasanya yang unik, kangkung juga digemari karena memiliki berbagai manfaat khususnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Kita. Di bawah ini ada beberapa manfaat kangkung jika dikonsumsi dengan tepat :
- Membantu kesehatan mata dengan kandungan Vitamin A serta antioksidan
- Kangkung mengandung vitamin C yang bisa bantu memperkuat daya tahan tubuh
- Kangkung mengandung zat besi dimana jika seseorang kekurangan zat besi maka bisa menyebabkan anemia
Apa Saja Keuntungan Menanam Kangkung
Ada berbagai jenis ayur hijau yang juga memiliki usia panen yang singkat seperti halnya bayam, selada, sawi, pakcoy dan lain sebagainya. Namun kangkung juga jadi salah satu sayur hijau yang banyak ditanam petani. Kangkung memang banyak peminatnya sehingga membuka peluang bagi petani untuk membudidayakan tanaman sayur hijau ini. Selain itu, ada berbagai keuntungan jika menanam kangkung, antara lain :
1. Tidak butuh lahan yang luas
Menanam kangkung bisa dilakukan di lahan yang sempit bahkan bisa di pot, polybag, dan wadah dengan sistem hidroponik. Jadi, siapa saja bisa menanam kangkung baik untuk memenuhi kebutuhan sayur rumah tangga sendiri atau untuk dijual.
2. Perawatan kangkung itu mudah
Perawatan kangkung itu mudah termasuk kangkung darat dan air. Untuk kangkung darat maka perlu rutin menyiram dengan air dan melakukan pemberian pupuk secara rutin bahkan di habitatnya yaitu di air, kangkung bisa tumbuh dengan rimbun dan subur. Tanaman ini cukup tahan untuk berbagai jenis cuaca asalkan kebutuhan airnya terpenuhi dengan cukup.
3. Bisa cepat panen
Bagi petani yang menanam kangkung sebagai mata pencaharain maka perputaran modalnya akan cepat karena kangkung bisa panen apda usia antara 25 sampai 30 hari saja. Sementara kangkung yang ditanam secara hidroponik justru bisa panen lebih cepat lagi.
4. Bisa panen berkali-kali
Untuk kangkung jenis darat maupun air, bisa dipanen berkali-kali asalkan tidak mencabut akarnya. Jadi, petik kangkung pada bagian mudanya agar tanaman ini bisa meghasilkan daun muda lagi.
5. Mudah dipasarkan
Mulai dari rumah tangga sampai restoran, semuanya membutihkan kangkung. Untuk itu, pasar kangkung cukup luas sehingga petani tidak kesusahan untuk memasarkan kangkung paska panen. Kamu bisa menjualnya lagsung ke pasar, ke tukang sayur, atau cari pengepul sayuran.
Masakan yang Populer dengan Bahan Kangkung
Di Indonesia dan negara di Asia Tenggara lainnya, kangkung adalah sayuran hijau yang familiar. Di indonesia sendiri, sayuran ini sering dijadikan bahan untuk berbagai menu masakan, seperti halnya :
- Masakan populer semua rumah yaitu tumis kangkung yang gurih
- Pecel kangkung yang disiram dengan sambal kacang
- Sup kangkung atau sayur bening dengan kangkung
- Kangkung bisa juga menjadi lalapan mentah yang dipadukan dengan sambal
Jadi, jika memiliki lahan di pekarangan rumah maka Kamu bisa manfaatkan untuk menanam kangkung. Perawatannya yang mudah membuat pemula pun bisa mulai menanam kangkung sendiri.