Kangkung adalah sayuran hijau yang sangat populer di berbagai negara termasuk di Indonesia. Sayuran hijau ini kaya akan vitamin A, kalisum, serta zat besi. Daunnya yang lembut dan batangnya yang berongga serta renyah ini memberikan sensasi tersendiri sehingga jadi kegemaran banyak orang untuk ditumis.
Oleh karena itu, pertanian kangkung juga bisa menjadi salah satu prospek yang menjanjikan di dunia pertanian. Apalagi kini kangkung bisa ditanam secara hidroponik dan dibudidayakan sendiri dirumah. Namun, saat bertani kangkung, ada hal penting yang harus diperhaitkan antara lain pengendalian hama. Pasalnya, hama yang menyerang tanaman kangkung bisa menurunkan produktivitas kangkung, menurunkan kualitasnya serta bisa mengakibatkan gagal panen.
4 Hama pada Tanaman Kangkung
Meskipun termasuk tanaman sayur yang minim perawatan, namun budidaya kangkung juag harus telaten terutama saat mengatasi serangan hama. Di bawah ini adalah beberapa contoh jenis hama yang bisa menyerang tanaman kangkung :
1. Ulet keket
Jenis hama ini sering juga disebut sebagai jedung, berupa ulat yang berwarna hijau muda memiliki garis silang yang warnanya kuning. Jika menyerang tanaman kangkung atau tanama hijau lainnya maka bisa menyebabkan daunnya rusak dan berlubang. Jika sudah parah maka tanaman bisa mati.
Pengendalian yang tepat untuk jenis hama ini adalah dengan mengatur jarak tanam antar tanaman kangkung. Jika serangan sudah sangat masif maka menggunakan pestisida bisa jadi solusinya. Jika ingin menanam kangkung organik maka gunakan pestisida alami atau organik untuk menjaga kulaitas tanaman.
2. Bekicot
Lahan yanglembab di area pertanian kangkung membuat bekicot suka berkembnag biak di sana. Serangan hama bekicot pada tanaman kangkung bisa merusak tanaman. Daun dan batangnya bisa mudah rusak dan busuk. Hama ini bisa membuat petani merugi. Untuk mengatasi jenis hama ini maka Kamu bisa memungut bekicot sebelum mulai berkembang biat atau bertelur karena akan lebih sulit dibasmi.
3. Kutu daun
Hama ini menyerang tanaman kangkung dengan mengisap cairan tanaman. Akibat dari serangan hama ini, tanaman bisa kerdil dan daunnya tidak tumbuh dengan baik. Daun kangkung bisa menjadi keriting dan tanaman beresiko gagal panen. Hama ini juga memiliki sebutan aphid.
4. Ulat grayak
Ulat grayak juga bisa mnenyerang tanama kangkung. Akibat dari hama ini, daun bisa berlubang pada bagian pinggirnya karena gigitan ulat grayak. Untuk mengendalikan jenis hama ini maka petani bisa menggunakan pestisida dengan dosis yang tepat.
Penyakit yang Bisa Menyerang Tanaman Kangkung
Selain hama di atas, tanaman kangkung juga perlu mendapat perhatian terhadap serangan penyakit yang rawan menyerang. Penyakit ini bisa datang dari virus, bakteri bahkan dari jamur. Jenis penyakit ini jugabisa menyerang tanaman daun hijau lain seperti bayam dan sawi.
Salah satu penyakit pada kangkung adalah karat putih pada daun kangkung penyebabnya adalah jamur patogen. Pengendalian penyakit ini bisa dengan memangkas daun yang sudah sakit agar tidak semakin parah.
Penyakit pada tanaman kangkung yang juga sering ditemukan adalah bercak daun. Ciri jika tanaman kangkung sudah terinfeksi penyakit ini adalah adanya bercak tak beraturan pada daun. Bercak ini berwarna coklat atau bisa juga berwarna kehitaman.
Untuk bisa menanam kangung yang sukses, bukan hanya pengendalian hama dan penyakit yang penting. Akan tetapi, petani harus siap dan rutin melakukan penyiraman khususnya pada masa kemarau. Lalu, pemupukan serta pembersihan gulma dan tanaman liar juga sangat penting untuk menjaga asupan nutrisi ke tanaman tercukupi.
Mulai tanam di pot bahkan di galon bekar untuk belajar berkebun sendiri. Selain bisa untuk dikonsumsi sendiri, berkebun juga bisa jadi hobi yang positif.